Langsung ke konten utama

Postingan

Jurnal 46: Langkah Pembuatan Peta Timbul

Bahan dan Alat: 1. Kertas bekas 2. Tepung tapioka (cari aja di toko-toko yang paling murah juga gak apa) 3. Lem kayu 4. Ember 5. Air 6. Alas daratan (bisa kardus, karton, triplek, gabus, atau kaca) 7. Pewarna (merah, biru, kuning, putih) Cara Pembuatan: 1. Potong kertas sisa tadi kecil-kecil ke dalam ember, yah seperti suwiran daging soto. Kalo ditanya seberapa banyak tergantung dari seberapa besar daratan yang kamu bakal bikin, jadi dikira-kira sendiri aja. 2. Masukan Air kira-kira 2 kali tinggi tumpukan kertas dalam ember. 3. Rendam sampai 1 hari. Tergantung dari kebutuhan kalo kamu mau cepet tinggalin kertas tadi dan rendem sekitar 3 jam, lalu gunakan tanganmu jadi mesin cuci buat ngaduk kertas sambil di angkat dan peras, ulangi kegiatan itu sampai kertas hampir hancur. Yah kira-kira 15 menit cukup 4.   Kalo sudah merasa cukup lalu saring kertas tadi dan buang airnya. kertasnya jangan dijadikan terlalu kering dan sedikit basah gak apa-apa, asal airnya d...

jurnal 45: remember..

Hmm... Kayaknya emang setiap orang kalo lagi punya dilema bakal otomatis mengingat orang terdekat ya... Saat mata mulai terbuka dan menerima anugrah yang ada semua terasa indah!! ^^ Well, emang apapun yang ada didunia ini nggak ada yang sempurna. Ibarat bebatuan yang berpori memiliki lubang-lubang kecil yang tak tampak. Untuk melewati itu, kita nggak bisa berhenti begitu saja karena kita harus terus berjalan agar tidak tenggelam didalam lubang itu. Entah dengan siapa atau dengan apa cipta atau cinta, semua masing-masing akan menutupi lubang-lubang penyayat yang menghiasi indahnya hidup. Yah, bagaimanapun itu, saat masalah sedang melanda, percayalah pada diri kita sendiri untuk menyelesaikannya. (Sok Sweet.. kekekekkk... LOL) Intinya, belakangan ini aku lagi dilema akan banyak hal, sehingga mengantarkan pikiranku kepada indahnya kebersamaan dengan seluruh saudara yang nun jauh disana,... Well, beruntung ternyata aku nyimpan video yang dulu-dulu... hehehe... Emang sih, kebanyakan or...

jurnal 44: Maen Ddakji

Ada yang pernah nonton Running Man nggak? Variety Show dari negeri gingseng, Korea Selatan yang saat ini rasanga dikenal dan disukai oleh banyak orang didunia? Hmm, kalo kalian pernah nonton acara itu, pasti tahu donk dengan permainan ini. DDAKJI Tahu khan? Permainan membalikkan kertas ddakji punya lawan dengan menimpakan ddakji kita. Permainan itu seru deh, bahkan kadang mengurangi perasaan kita yang sedang kesel jadi lebih riang. Nah, belum lama ini, aku and teman-teman asik maen ddakji selepas breafing acara yang kami ikuti. seru banget deh. Hmm, dalam postingan kali ini, aku bakal share hasil permainan kami, yaah, moga-moga aja kalian suka dengan serunya and semoga kalian menikmatinya. <3 selamat menikmati... ^_^

Jurnal 43: Cerbung D Part 2

Ruang 33 Dee melangkah keluar ruangan dan mencari sumber suara. Dilihatnya sepanjang lorong yang sudah mulai temaram. Diliriknya jam tangan yang ia letakkan di sakunya. Pukul telah menunjukkan pukul 5 sore. Tanpa banyak basa-basi, Dee menyambar ponsel yang di atas meja dan langsung menuju ruangan di ujung lorong. Mendadak suasana kembali sepi. Yang terdengar hanya suara aliran air dari keran di kamar mandi di ujung lorong disusul suara cekikikan yang tertahan dan kembali sepi. Sesampainya di ujung lorong, Dee segera menaiki anak tangga menuju lorong panjang di sebelah kanan, lorong yang berada di gedung lama. Gedung lama adalah gedung kampus yang belum sempat diperbaiki selama proses pembaruan kampus 5 tahun belakangan. Gedung ini memiliki banyak ruangan yang dihubungkan dengan satu lorong besar berwarna krem pucat, karena baru diperbaiki untuk sementara sebelum nantinya digantikan gedung baru. Terdapat 27 ruangan yang berhadapan dengan satu ruang besar di ujung lorong. Di...

jurnal 41: Guru Profesional Evaluator Handal

Ehm... Lama nggak posting nih.. Kali ini aku mau share ama kalian tentang seminar yang hari ini diadakan di kampusku. Mohon izin ceritanya ya kawan... Ceritanya kerja sama antara organisasi yang aku ikuti ama kampus. Rasanya, banyaaak banget keendala-kendala untuk acara ini. mulai dari awal yang ditunda waktunya, waktu acara sekarang yang tabrakan dengan acara besar yang ada di daerah yang otomatis buat para peserta nggak bisa datang, gedung yang semalam agak bermasalah, n pagi ini hujan nggak berhenti-henti hingga acara jadi molor 1 jam.. Ckckck... Terima kasih deh buat para peserta yang nyempetin buat ikut acara ini. N juga, mohon maaf yaa, kalau acara tidak memuaskan... Seminarnya terbagi atas 3 topik. Dimulai dari topik evaluasi pendidikan di indonesia dan permasalahannya yang di bawakan oleh Prof. Dr. Djaali dengan asiknya.. Keren deh caranya menyampaikan. Topik kedua yaitu evaluasi pembelajaran berbasis kompetensi dibawakan oleh Prof. Dr. Syafri Anwar, M.Pd dan yang t...

jurnal 40: Galau

"Lagi apa?" "Nggak ada, lagi galau aja." " Mau apa?" "Nggak tau nih, galau mulu'."   Kayak nggak ada kata lain selai galau aja yaa... Dimana-mana ituu aja yang jadi jawaban, apalagi kalo tanyanya sama mahasiswa terutama yang tingkat akhir gitu. ckckck.... Sebenernya apa sih galau ntu? Kalo nggak salah sih berawal dari salah satu acara musik di stasiun televisi swasta deh... si Olga di Dahsyat khan? Pernah liat acara Golden Ways nggak di metro tv? Disana pernah tuh ada di buka tema ANDILAU alias Antara Dilema dan Galau. Kalo menurut pak mario, Dilema ntu "Pilihan yang seimbang pentingnya, tapi tidak bisa dilakukan salah satunya, tanpa mengabaikan yang lain." sedangkan Galau ntu, tidak jelas apa sih masalah yang dipikirkan and dipilih (ngutip kata senior tuh... LOL). Intinya, (jangan ada yang tersinggung yaa... ;P) orang yang ngaku galau, artinya mereka nggak jelas donk...?? ya iyalah... habisnya, galau khan bagi orang ya...