Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label krik

ajakan

do not read, it will make you get some headache with my bad language just for myself Someone who i know not long time ago at my last office, invite me, no, more like ask me to invite in a job that i do last time. He ask me, am i apply to be individual consultant at my old office or not. Well, actually, beside that job is really tiring my emotional, i like it. I like my colleague. but i don't know, i hate one of them that actually my direct supervisor at office. The childish person that i know. I admitted he is a smart person, but just IQ, not EQ nor SQ. Bad. Looking situation just from one side when that mean is really-really wrong conclusion. I just really won't to meet him again. I don't hate him, but if i can, i won't to meet or just passing by with him. just because a complicated reason that i confused how to tell or write it. And because of that, i tell to he who ask me before to join be individual consultant at his yuridiction that i am will not join with them, al...

celoteh

my english is so bad but when i curhat in bahasa, i fell shy so whatever this is just for my self don't try to read if you don't want to get headache with it. Waw oh waw.. Still same although not same at the first sight. I still want to go home. Still feeling uncomfortable at the new place, where I just a guest in here. Actually, I feel not confident about myself about teach. And before that, I am not confident about a place that I want to stay in this first years that I give my time in a new place like here. May I just stay at their home with a half price than the other place but with a master house, or I just search the other place that take a month price, or company with my old friend that I forgot about her face for together rent a house. Hmm.. I still wanna go home. The most comfortable place to me. Actually, I just want to have my own place. But, alone is bad. And more important from that is I don’t have enough money to get home or rent a house for myself. hhhh i don'...

jurnal 86; face, name and the other

Rasanya agak cemas juga setelah mendengar tentang Prosopagnosia  tentang penyakit yang digadang-gadangkan bahwa itu adalah penyakit sombong. bagaimana tidak, jangankan sekali, nberkali-kali bertemu dan berkenalan tetap saja tidak kunjung ingat dan mengenali lawan bicara. Yh walau sebenarnya bukan benar-benar sombong, hanya saja memang sulit untuk mengingat hal tersebut, dalam hal ini wajah. Walau sebenarnya hal itu terjadi bukan tanpa alasan. Biasanya sih terjadi karena antrara dua hal, kalau bukan karna faktor usia, berarti pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan kerusakan otak akut sehingga sulit untuk merekam informasi tertentu tadi. Prosopagnosia ini sendiripun terbagi menjadi 3. Pertama, prosopagnosia developmental. Jenis yang pertama ini biasanya dialami oleh orang yang sudah berusia lanjut, karena adanya faktor degeneratif akhirnya membuat orang tersebut mudah lupa dengan wajah orang lain karena sudah lama tidak bertemu. Kedua, prosopagnosia aperseptif . Jenis yang ked...

jurnal 85:space

thanks for give me space for my self. aku benar-benar memang membutuhkan ruang untukku sendiri. terlalu banyak pikiran dan rutinitas membuatku benar-benar menginginkan keleluasaan dan kesendirian untuk beberapa waktu. satu-dua hari akan benar2 membantuku merilekskan dan menikmati ruang untukku sendiri ditengah segala prasangka yang entah datang dariku atau arah lain. agak lega dengan segala situasi yang terjadi meski tak puas dengan keadaan yang lagi dan lagi hanya seperti itu tanpa ada perubahan dari segala situasi dan tempat yang tak sengaja disinggahi dan tempati. kerikil itu tergeletak dipinggir jalan bersama dengan kerikil lain yang diam dalam dingin tak ditoleh bahkan saat menghalang di depan mata bahkan mungkin hanya digeser sedikit agar bersih dari jalan bahkan saat membuat adonan untuk membangunpun kerikil hanya diam melihat kerikil lain di serok kedalam semen dan hanya tetap diam dalam dingin atau kadang bersorak ringan saat beradu dalam pungutan tuk disusun disek...

jurnal 83; self reminder

lagi-lagi harus terus mengingatkan diri, bahwa segala sesuatu yang terjadi bukanlah sebuah masalah asalkan kita tidak melihatnya sebagai sebuah masalah. tapi tetap saja, menjadi dewasa bukanlah hal yang mudah. ketika kita masih menjadi seorang anak kecil, atau bahkan seorang remaja, segala hal tampak bukanlah masalah, semua bisa terselesaikan dan teratasi. atau mungkin masalah itu sendiri tak terlihat di pelupuk mata. semua tersembunyi di balik tembok selaput yang tak tertembus oleh pandangan mata. namun ketika usia dewasa mulai ditapaki, semua hal jadi terlihat. hal yang bukan apa-apa ternyata keluar dari selaputnya dan menjadi suatu hal yang membingungkan. hal yang klise saat kita memusingkan tentang materi. tapi apa boleh buat bahwa materi yjuga merupakan hal yang membingungkan dan memusingkan. dunia yang sudah mulai gila ini selalu memperhitungkan dan mengungkit yang namanya materi. ketidakpuasan menjadi titik tolak permasalahan yang ada sehingga segaa sesuatu menjadi hal yang pat...

jurnal 82: a good teacher

guru tak hanya sebagai profesi, tapi juga status sekaligus peran yang banyak dimiliki oleh orang umum di dunia ini. tidak terbatas hanya pada profesi mengajar di sekolah, bahkan bmbel, tutor atau  anak kecil pun bisa menjadi seorang guru. ya, setiap orang adalah guru dengan caranya masing-masing. karena ketika seseorang sudah menyumbangkan pengetahuan yang dimilikinya kepada orang lain, maka orang tersebut sudah pantas disebut guru. setidaknya itu pendapatku. menjadi guru adalah hal yang baik dan terpuji, tapi untuk menjadi seorang guru yang baik, tidak semua guru dapat menjadi guru yang baik. (cuma opini lhooo #peace :p) ketika seorang guru bertanya pada dirinya sendiri bagaimana cara menjadi guru yang baik, dan kemudian ia terus mencoba hal yang baru karena belum merasa menjadi guru yang baik, maka saat itulah guru tersebut bertitel guru yang baik. karena guru yang baik tidak akan merasa puas dengan informasi yang ia berikan kepada anak didiknya, tidak pernah merasa cukup akan ...

jurnal 81: Memuji atau Tidak?

Di dunia ini siapa sih yang tidak kenal dengan pujian? Komentar "bajumu bagus", atau "kamu baik banget deh" setidaknya pernah kita ucapkan pada orang lain atau orang lain ucapkan pada kita, atau mungkin dari orang ketiga. Tapi, waw.. hati-hati saat mengeluarkan pujian. karena pujian itu punya efek candu. mungkin awalnya kita memuji seseorang hanya sebagai wujud terimakasih atas bantuan, menyenangkan orang lain dan sebagainya. tapi yang menerima bisa menafsirkan dengan banyak hal dan cara. salah satunya, jika kita memuji orang dengan berlebihan, atau mungkin dalam bentuk pujian yang wajar namun sering dilakukan, hal ini akan menimbulkan orang yang kita puji menjadi gila akan pujian. dan jika seseorang sudah gila akan pujian, itu artinya orang tersebut cenderung mengalami gangguan jiwa!! wew..  Eits, tapi gangguan jiwa disini bukan artinya gila ya. mereka yang gila pujian umumnya cenderung suka cari perhatian, kurang empati dan terbiasa dipuji dan memuji diri send...

jurnal 80: tergantung vs mandiri

Terbiasa mencoba untuk mandiri, sepertinya secara tidak langsung bisa mempengaruhi pola pikir seseorang. Ada seseorang yang memiliki banyak saudara dengan kondisi orang tua yang sibuk di luar rumah sepanjang hari agar bisa mencukupi kebutuhan seluruh keluarga. Alhasil ia dan saudara/i nya selalu berada di rumah dan berbagi tugas untuk semua urusan di rumah. Menjalankan tugas masing-masing menjadi bagian dari hari-hari yang harus terselesaikan pada rentang waktu tertentu. tentu saja yang memantau semua kegiatan adalah yang tertua, sehingga rumah bisa tertata rapi dan bersih, serta lauk pauk tersedia setiap hari. Namun jika ada yang tidak beres, konsekuensi terletak pula pada anak tertua, yang dituntut mampu menggantikan ibu saat ibu bekerja di luar rumah membantu sang ayah. Alhasil anak tertua tentu saja akan bertindak tegas dan terkadang harus keras untuk menghadapi adik-adiknya yang sulit diatur. Terbiasa dengan pembagian tugas dan melakukan sesuatu untuk mengurus diri sendiri, ten...

jurnal 32 Magang

Hi Guys.. Magang itu ternyata berat ya??? Well, sebenernya aku nggak ngerasain sih gimana magang. Secara, di prodiku nggak ada mata kuliah magangnya. Sebenernya nih cerita tentang pengalaman magang pertama teman kosku. Doi kuliah di kampus yang sama tapi prodi na tata boga . Masak-masak gitu deh ceritanya... Selama doi kuliah terutama praktek buat kuenya, itu berkah buat kami (semua anak kos), makan kue gratis gitu lho.. Hahaha. Apalagi kalo kue na yang aneh-anek alias belum pernah kami cicip alias liat doang di toko roti, Bbbeeh... Maknyus dah. Sabtu kemaren adalah hari pertama doi magang di salah satu hotel mewah di padang. Nggak tanggung-tanggung, awal magang, langsung pegang acara yang lumayan besar. Yang ngadain orang cina. Ada Judika lho yang datang buat ngisi acara disana!! (Hwaa... Iri, pengen liat juga si judika manggung secara live v(~o~)v ) Kembali kecerita temenku, karena awal magang langsung pegang acara besar, katanya si doi jadi sibuuk amir. Nggak sempat yang namany...

jurnal 79: cuitan ciut

Belum ada 2 bulan sejak terakhir kali mengobati laptop yang mulai ngambek karena faktor usia. Bulan lalu 'Doracer' minta ganti HDD baru, sekarang didiagnosa mainboardnya. Keduanya diminta dalam waktu genting. Sebelumnya tepat saat deadline pengumpulan perangkat, dan sekarang tepat saat deadline pembuatan soal. Alhasil, beralih ke manual alias tulis tangan.  Ditengah keruwetan tugas-tugas yang terus bertambah, sekarang ditambah lagi dengan tidak sinkronnya NIK ama no KK. Mau ngurus sekarang lagi di perantauan. Padahal pendaftran cpns tinggal beberapa hari lagi. Nggak mungkin kelar semua urusan buat nyebrang pulau dengan tepat waktu. Belum cukup dengan itu, ditambah lagi dengan peringatan sejak awal kalau utn sudah dekat.. tidak sampai 3 bulan lagi, utn bakal merengkuh kuat, perjuangan bakal mati-matian buat bisa lolos dari rengkuhan utn setelah sebelumnya harus menyebrangi ukin. Nggak cuma itu. Self conflict terkadang ikutan nimbrung tanpa aba-aba. diumur segini masih seperti...

Jurnal 78: ketika placement test

Tak seperti di tempat itu Semua memakai arloji bermerk Semua memegang mesin pintar sendiri Milik sendiri Rambut rapi bak ditata penata rias Atau kerudung putih nan rapi licin bagai perosotan Tampan rupawan, cantik jelita Rapi nan tenang bagai seorang Tapi mereka sama Kerutan menghiasi kening Tangan menopang dagu Jari menggaruk dagu, kepala, bahkan masuk kemulut Tatapan kosong menatap layar monitor Komat kamit bak baca mantra Menggali ingatan yang sembunyi di lubang ingatan Bahkan mencuri waktu berdiskusi semakin waktu berjalan Mereka berbeda Mereka sama Tak seperti tempat itu Mereka tak perlu jauh melangkah kaki Si roda empat siap menghantar dan menghadang di depan pintu Peluit merongrong dari sarangnya tak berdaya Mereka berbeda Mereka sama Melangkah menggapai asa Mendaki menaiki terjalnya medan Menikmati proses berharap pada harapan Menyiapkan diri dari waktu yang bergulir Mereka berbeda Mereka sama

jurnal 77: Lost

Setelah beberapa chapter tulisan ala-ala selesai ditulis, everything is gone. Lost at nowhere (?) Salahku sendiri sih, nggak backup data. Alhasil, saat laptop rusak, hdd rusak, hilang deh semua. Dan parahnya lagi, tingkat pelupa yang tinggi memenuhi kehilangan ini. aku lupa dengan yang telah aku tulis. Hanya tahu garis besarnya saja.. Tourist, Alur Dhea, Tita, is gone.. Hhhhh.. i out of words.

jurnal 75: Pendidikan diperbatasan harus tetap menyenangkan

jurnal 74: Kisah klasik

Duduk diam sendiri di pojok perpustakaan sekolah yang satu bulan belakangan ini aku tempati selama tugas, mendengarkan lantunan musik dari salah satu band legendaris nusantara, menjadikan kilasan-kilasan masa lalu yang berharga bersama para sahabat yang telah terpencar tak tentu dimana muncul beriringan. Masa sekolah, masa bermain, masa menghabiskan waktu tanpa mengerjakan hal yang berarti selain bercerita, berkumpul, bermain, bernyanyi, dan kegiatan apapun itu. Well, sesuai judul lagu yang terus mengalun dari speaker yang singgah di telinga, semuanya benar-benar sudah menjadi kisah klasik. Kerinduan berkumpul bersama tanpa peduli apa yang telah dilalui maupun yang menanti dimasa depan. Kisah bahagia dimasa lalu telah berubah menjadi kisah haru nan klasik yang menumbuhkan harapan murni tentang kerinduan. Bahagia tak selamanya jadi bahagia, sedih tak selamanya menjadi kesedihan. Semua akan berubah, beriringan dengan berjalannya waktu. Kadang semua hal itu akan berubah dengan keharu...

Jurnal 68: My Stories

Tamtam Si Kucing Hitam Yang Lembut Di kosku ada seekor kucing yang warnanya hitam pekat dari ujung ekor sampai ujung kepala. Banyak teman-temanku, entah itu anak kos lainnya ataupun teman yang hanya sekedar berkunjung ke kos takut pada si Tamtam. Mereka bilang kucing hitam itu pembawa sial. Kucing hitam itu nakal dan jahat. Tapi bagiku hal itu tidak berlaku untuk si Tamtam. Tamtam lahir dikos sekitar hampir setahun yang lalu sama temannya si Cantik. Tapi sayang, si Cantik sakit-sakitan sejak kecil. Waktu itu si Tamtam belum bernama Tamtam. Dulu namanya Ganteng. Pernah juga ku panggil Toothless karna dia mirip banget dengan naga di film How To Train Your Dragon. Imut gitu, nakal lagi. Tapi yang jelas, nakal manja. Cuma belakangan, panggilan Tamtam atau Meng lebih mau didengarnya dari jauh sekalipun, ia akan datang mendekat. Karna si cantik yang sakit-sakitan dan badannya yang selalu konstan besarnya, maka jelas si Cantik butuh perhatian yang lebih dan tentu saja obat....

jurnal 65: Curcol

long time no see.... Long time no see... Lagi lagi blog sebagai tempat berkeluh kesah.. hhh... Belakangan mood nggak pernah baikan. baikan cuma beberapa jam and bad again. Ffiuh... what must i do? Beberapa kali sempat menyalahkan teman yang sedang sakit tentang bad moodku. jahat ya. Mau gimana lagi, yang namanya mood nggak pandang bener or salah, pokoknya semua yang keliatan pada salah aja gitu. Untung aja pergantian tahun baru kemarin ada keluarga kakak yang datang berkunjung, yang akhirnya kasih kesempatan buat refreshing. Endingnya yaah, lumayan ngerefresh perasaan sebentar. Tapi lagi-lagi seolah nyari alasan, ada banyak hal yang membuat perasaan nggak enak, luntang lantung nggak jelas mau dibawa ngapain.  Udah banyak film yang ditonton, akhirnya bosan ama laptop, bosan ama kamar, maunya keluar mulu. so, what must i do? beberaa orang nyaranin, nulis lagi aja. Karena dari dulu aku emang hobi nulis nggak jelas. Selalu nggak konsisten dari awal tulisan sampe ketengah tulis...

jurnal 62: Terbiasa

Bulan Ramadhan.. emang bulan yang penuh dengan hikmah dan hidayah.. Tahun-tahun lalu paling lama hanya satu minggu lebih aku berada diperantauan untuk kuliah saat bulan puasa berlangsung. tidak begitu terasa memang. dan alhasil aku selalu shalat tarawih di mesjid dekat rumah, yang kalau dipikir-pikir berjalan dengan cepat karena jam setengah sembilan malam sudah selesai dan pulang kerumah buat tadarus bersama kakak dan adikku. Tidak ada yang namanya ceramah ramadhan kecuali saat ada safari ramadhan atau malam nuzul qur'an. selebihnya rutinitas yang ada adalah shalat isya, tarawih, witir, pulang atau tadarus bersama. Bulan puasa ini sedikitada kegiatan tambahgan karena aku menjalani di perantauan. pertama kali datang ke mesjid a, terasa lama sekali terutama karena penceramah seperti membaca dongeng sebelum tidur. alhasil, banyak komentar yang keluar di kepalaku yang sibuk membanding-bandingkan antara efisien waktu, isi ceramah, dan lain-lain. sebenarnya its ok, but mungkin karena ...

jurnal 61: Girrafe_Betrayal

Anyeong Yeorobun.... Fiuh.. beberapa minggu di kampung halaman yang minim akan sinyal internet. kangen berat ama Runningman nih.. Apalagi dengan pasti tahu awal bulan besok para member bakal datang ke Indonesia, tepatnya jakarta, yang sayang seribu kali sayang, nggak bisa liat mereka!!! Huu.. T-T  padahal udah ancang-ancang pengan seenggaknya liat mereka main di GBK, atau pengen banget berjabat tangan ama yoo jaeseok dkk, terutama Gwangsoo Oppa!!! hehehe.. tapi apa mau dikata, jangankan liat langsung, nonton episode terbarunya aja belum sempat.. (Gak bisa downloadnya.. T-T) Well, ngomong-ngomong tentang Uri Girrafe, beberapa foto yang masih pure pernah ku ambil dari om google, jadilaah,.... Kalo nggak salah ini waktu Girin lagi jumpa penggemar.. aku lupa dimana lokasinya. yang jelas di mataku Girin manis! LOL... seenggaknya doi keliatan keren dengan beragam kekonyolannya. :D Selain itu dia juga care ama setiap rekannya, baik di runningman maupun di drama-dramanya...

Jurnal 58: Where I Can Tell My Story?

Palace to Story Cukup simpan sendiri cerita yang muncul di pikiran. Setidaknya itu akan mengurangi kegiata bergosip. Atau, paling tidak, tuangkan dalam tulisan. Tulis dimana kau merasa nyaman untuk menulis. Bisa di diary atau blog, asal kau yakin itu membuatmu nyaman. Tapi jangan pernah coba-coba untuk bercerita (alias curhat) di jejaring sosial yang jelas-jelas semua orang tahu itu kau. Pasti tidak akan merasanyaman. Karena awalnya berniat untuk mengeluarkan pikiran, bercerita, walaupun tanpa ada yang menjawab, karena terkadang saat berceritapun kita tidak bisa mendengar masukan apapun. Kita hanya butuh di dengar.  Well, bercerita tanpa ada tanggapan mungkin memang bukan hal terbaik untuk mendapatkan jalan keluar jika kita berbicara tentang masalah. Tapi pastinya butuh waktu untuk kita dapat menerima saran, atau tanggapan. Karena mungkin saja saat itu tanggapan yang baikpun akan terasa tidak benar dan tidak bisa diterima hingga hanya akan menyakiti perasaan sendiri....

jurnal 57: Pray and Report

Emang bener kata pepatah, siapa yang berusaha, pasti ketemu jalan. Yuupy... akhirnya aku berhasil menginstal aplikasi ArcGIS. Suatu kali saat aku meminta tolong untuk menginstal program itu, seorang teman yang kuminta mengatakan padaku, lebih baik pakai ArtView aja, jangan ArcGIS. Padahal yang dibutuhkan saat itu adalah ArtGIS. sebenarnya emang bisa juga pakai Artview, tapi program itu aku sudah punya. Maka dari itu aku minta tolong tentag ArcGIS yang belum aku tahu bagaimana pengoprasiannya. Jangankan menggunakannya, menginstalnya saja aku masih bingung. Belakangan aku jadi berpendapat, kayaknya emang benar  kata orang, kalo semakin seseorang merasa tahu (ato merasa pintar) dalam suatu hal, orang tersebut akan jadi besar kepala dan alhasil terkadang ada yang tidak rela untuk memberitahu teman lainnya. Kadang pikiran buruk dikepalaku bilang, mungkin didalam benak orang tersebut beranggapan, tidak semudah itu mau menyaingiku. Emangnya mudah cari ilmu! Mungkin gitu nggak ya? Well,...