Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerbungku

Metamorfosis -1-

PROLOG “Anak itu menyukaiku?” terdengar obrolan ringan di depan minimarket yang masih sepi karena hari yang dingin sebab hujan yang tak kunjung berhenti, disusul tawa ringan yang tak habis pikir dengan pernyataan adiknya yang seperti bercanda.                “Sungguh, kemarin aku tidak sengaja membaca buku diary yang dia bawa tiap hari kesekolah, Kak. Kalau tidak salah sejak melihat kau mengantarku kesekolah, tahun ajaran baru kemarin,” ujar Reno meyakinkan kakaknya yang terus tertawa geli.                “Hahaha, kau membaca diarynya? Itu tidak boleh, tahu,” celetuk Dino masih tersenyum geli pada Reno. Tangannya sibuk mengotak-atik kamera versi terbaru yang beberapa waktu lalu dibelinya.                “Itu.. itu.. salahnya sendiri. Meninggalkan buku aneh di meja kela...

Jurnal 72; CerBung - Tourist chapter 2

Tourist - Chapter 2 “Hmm mm mm..” senandung Ara terdengar dari arah dapur mengikuti irama musik dari pengeras suara di ruang tengah yang memecah keheningan rumah. Sudah seminggu berlalu sejak penemuan mayat didepan rumah. Hingga saat ini orang tuanya masih belum pulang dari pulang kampung, karena bapak langsung bertolak ke kota lain untuk proyeknya, sedangkan mamak masih ingin di kampung halaman, maklum, sudah bertahun-tahun sejak ia terakhir pulang ke kampung halaman tempat kakek dan neneknya tinggal. Ruang tengah tampak lebih penuh dari biasanya. Penuh dengan kertas dan buku yang bertebaran di sekitar laptop yang Ara letakkan tepat di tengah ruangan di atas meja pendek yang ia ambil dari kamar. Berusaha untuk meneruskan tugas akhirnya setelah survey lapangan kemarin. Hanya saja saat ini mulut dan perutnya mengkhianati rencananya, sangat ingin mengunyah. Alhasil, di dapurlah Ara sekarang sibuk membuat adonan kue dan memasukkannya kedalam panggangan. Sembari menunggu panggangan...

jurnal 70; CerBung; Tourist chapter 1

Turis ; chapter 1 Tok tok tok!! Terdengar ketukan pintu dari pintu depan rumah nomor 23 kelurahan Tanah Hijau tersebut. Rumah berwarna putih dengan les merah kecoklatan pada kunsen kayu jendela dan pintu serta atapnya itu masih sepi. Suasana didalam rumah masih remang-remang oleh bayangan sinar matahari pagi diiringi ramai suara diluar rumah. Seluruh tirai dan gorden jendela masih tertutup mengahalangi sinar matahari yang mulai meninggi untuk menerangi isi rumah. Hanya terdengar deru angin dari kipas yang terus menyala semalam di kamar paling kecil berwarna hijau lembut dimana Ara sedang tidur saat itu. Sejak seminggu ia tiba dirumah dan orang tuanya pulang kekampung halaman untuk mengantarkan adiknya yang bersekolah disana. Tidak banyak yang akan dilakukannya dirumah karena memang tidak banyak aktivitas didalam rumah yang ia lakukan. Setiap hari yang dilakukannya paling-paling hanya menonton, mendengarkan musik atau (yang paling jarang) menyusun tugas akhirnya agar bisa lulus ...

Jurnal 43: Cerbung D Part 2

Ruang 33 Dee melangkah keluar ruangan dan mencari sumber suara. Dilihatnya sepanjang lorong yang sudah mulai temaram. Diliriknya jam tangan yang ia letakkan di sakunya. Pukul telah menunjukkan pukul 5 sore. Tanpa banyak basa-basi, Dee menyambar ponsel yang di atas meja dan langsung menuju ruangan di ujung lorong. Mendadak suasana kembali sepi. Yang terdengar hanya suara aliran air dari keran di kamar mandi di ujung lorong disusul suara cekikikan yang tertahan dan kembali sepi. Sesampainya di ujung lorong, Dee segera menaiki anak tangga menuju lorong panjang di sebelah kanan, lorong yang berada di gedung lama. Gedung lama adalah gedung kampus yang belum sempat diperbaiki selama proses pembaruan kampus 5 tahun belakangan. Gedung ini memiliki banyak ruangan yang dihubungkan dengan satu lorong besar berwarna krem pucat, karena baru diperbaiki untuk sementara sebelum nantinya digantikan gedung baru. Terdapat 27 ruangan yang berhadapan dengan satu ruang besar di ujung lorong. Di...

Jurnal 22: Cerbung Dee, Part 1

  Ruang 33 Suatu hari, Dee duduk di sebuah ruang yang biasanya sangat sepi dan nyaman untuk ia menikmati kesendirian dan memikirkan segala hal. Tempat sepi yang jarang dikunjungi banyak orang dan tempat yang menjadi favoritnya sejak pertama kali ia memasuki kampus. Saat memulai hari, ia merencanakan untuk menikmati hari yang sepi untuk memikirkan semua tugas akademik dan non-akademiknya di kampus. Dee memasuki ruangan dengan sangat santai dan rileks. Menit-menit pertama adalah hal yang paling menyenangkan baginya untuk hari itu. Sambil bersenandung dalam hati, ia terus memencet-mencet tuts di laptopnya. sambil membolak-balik halaman buku yang menjadi sumber tugasnya, ia larut dalam kesenangannya sendiri. Tak mempedulikan hari yang telah beranjak sore, ia terus larut dalam pikirannya sendiri. Namun, hal itu terjadi. Jam telah menunjukkan pukul 3.30 PM. Tak sengaja olehnya terdengar suara dengungan seperti sirine kereta api. Awalnya tak ada yang terasa janggal olehnya. Jadi, sa...