Langsung ke konten utama

Postingan

jurnal 60: Miura Haruma, J-Drama

BOKU NO ITA JIKAN -THE HOURS IN MY LIFE Belakangan ini mulai kembali melihat-lihat dorama jepang yang udah cukup lama kutinggalkan. Dulu sempat nonton bebetapa dorama adaptasi manga yang dimainkan oleh beberapa aktor (secara aku cewek, jadi yang kulihat aktor cowok dulu, baru aktris ceweknya.. kekeke), kayak Miura Haruma, Junpei Mizobata, Oguri Shun, Takeru Sato, dan banyak lagi. Nah, semalam baru liat review drama Miura yang baru di salah satu blog yang kuikuti, (Thanks berat ama admin Clover blossomss), and akhirnya jatuh cinta lagi ama aktingnya. LOL. Sebenernya ceritanya nggak ada lucu, genre melodrama gitu, cuma aktingnya itu lhooo... Apalagi dorama yang baru selesai akhir maret kemaren ini mempertemukan kembali miura ama lawan mainnya di kimi no todoke, Tabe Mikako. Chemistri mereka keren abis deh. Boku No Ita Jikan. ceritanya tentang Takuto (Miura), anak sulung dari keluarga dokter. Cerita diawali saat Takuto berburu pekerjaan. saat itulah Takuto bertemu dengan Megumi (...

Jurnal 59: White And Black Lies

white and black lies. Nggak ada orang yang suka dibohongi. Siapapun itu dan dalam bentuk apapun. So, how about term "White Lies" and "Black Lies"? Baru aja bertanya-tanya ama beberapa teman tentang white and black lies. Kumulai dari orang pertama. Saat kutanya mengenai gimana pendapatnya tentang bohong putih dan bohong hitam, Ia menjawab,"nggak setuju dengan yang namanya bohong, entah itu bohong putih maupun bohong hitam." Saat kutanya kenapa, ia menjawab lagi, "karena kalau dilihat dari nilai agama, bohong dalam hal apapun itu khan emang nggak baik. Tapi, kalau memang bohong itu untuk menghindari kericuhan sih nggak apa. Daripada jujur tapi mengakibatkan hilangnya kebersamaan atau apapun yang baik." Orang kedua kutanyakan hal yang sama, ia menjawab, "Kalau bohong hitam nggak setuju, kalau bohong putih sih nggak apa, kan buat kebaikan, tapi aku nggak mau dibohongi dalam bentuk apapun." Setelah itu orang ketiga dan keempat menjawab ...

Jurnal 58: Where I Can Tell My Story?

Palace to Story Cukup simpan sendiri cerita yang muncul di pikiran. Setidaknya itu akan mengurangi kegiata bergosip. Atau, paling tidak, tuangkan dalam tulisan. Tulis dimana kau merasa nyaman untuk menulis. Bisa di diary atau blog, asal kau yakin itu membuatmu nyaman. Tapi jangan pernah coba-coba untuk bercerita (alias curhat) di jejaring sosial yang jelas-jelas semua orang tahu itu kau. Pasti tidak akan merasanyaman. Karena awalnya berniat untuk mengeluarkan pikiran, bercerita, walaupun tanpa ada yang menjawab, karena terkadang saat berceritapun kita tidak bisa mendengar masukan apapun. Kita hanya butuh di dengar.  Well, bercerita tanpa ada tanggapan mungkin memang bukan hal terbaik untuk mendapatkan jalan keluar jika kita berbicara tentang masalah. Tapi pastinya butuh waktu untuk kita dapat menerima saran, atau tanggapan. Karena mungkin saja saat itu tanggapan yang baikpun akan terasa tidak benar dan tidak bisa diterima hingga hanya akan menyakiti perasaan sendiri....

jurnal 57: Pray and Report

Emang bener kata pepatah, siapa yang berusaha, pasti ketemu jalan. Yuupy... akhirnya aku berhasil menginstal aplikasi ArcGIS. Suatu kali saat aku meminta tolong untuk menginstal program itu, seorang teman yang kuminta mengatakan padaku, lebih baik pakai ArtView aja, jangan ArcGIS. Padahal yang dibutuhkan saat itu adalah ArtGIS. sebenarnya emang bisa juga pakai Artview, tapi program itu aku sudah punya. Maka dari itu aku minta tolong tentag ArcGIS yang belum aku tahu bagaimana pengoprasiannya. Jangankan menggunakannya, menginstalnya saja aku masih bingung. Belakangan aku jadi berpendapat, kayaknya emang benar  kata orang, kalo semakin seseorang merasa tahu (ato merasa pintar) dalam suatu hal, orang tersebut akan jadi besar kepala dan alhasil terkadang ada yang tidak rela untuk memberitahu teman lainnya. Kadang pikiran buruk dikepalaku bilang, mungkin didalam benak orang tersebut beranggapan, tidak semudah itu mau menyaingiku. Emangnya mudah cari ilmu! Mungkin gitu nggak ya? Well,...

jurnal 56: be friends

SILATURRAHMI Semangat Semangat!! Perbaikan proposal menunggu nih.. Ternyata sulit juga nyari bahannya. Ada yang tahu nggak gimana idealnya pengadaan jalan di suatu wilayah? Aku nyoba nyari bukunya ggak ketemu nih.. :( Barusan chat ama temen lama, yang emang udah lama nggak ketemu n sapaan. Awalnya sih cuma silaturahmi n sekalian ngucapin selamat ultah buat dia, lama-lama ngomongin tentang dia yang tinggal wisuda n akhirnya nggak sengaja keceplosan minta tolong penelitian.. LOL.. Untung tanggapannya positif alias mau bantu klo emang punya waktu.. HAHAHA.. Alhamdulillah... Thanks to My friend.. hehe Pokoknya yang penting sekarang semangat dulu, usahakan bisa seminar proposal secepatnya. Chayo! Fighting! Ganbatte!!

Jurnal 55 be better

May i be better than now?? Belakangan ini aku mendengar, membaca, dan mencoba memikirkan, hal yang harus kulakukan untuk menjadi lebih baik dan lebih berguna untuk hidup hari ini, hari esok dan di akhirat nanti. Bisakah aku jadi lebih baik? bisakah aku berubah? life is change. but can i? saat meyakinkan diri bahwa aku bisa, tiba-tiba pikiranku yang lain berkata, ini belum saatnya. aku nggak bakal mampu dengan sifatku saat ini. saat pikiran lain meyakinkanku bahwa sifat dan sikap dimulai dari kebiasaan yang bisa diubah sedikit demi sedikit, pikiran nakal tadi kembali mampir ke otakku dan bilang 'dari kemarin juga sudah bilang mau berubah tapi gagal terus', saat pikiran baik mencoba meyakinkanku dengan memberi ide dengan membuat jadwal harian sehingga aku membuatnya, pikiran nakal kembali mampir dan bilang waktu dan keadaan nggak bisa diprediksi, harus ngikuti kondisi dan kata hati, nunggu mood datang baru bisa ikuti jadwal. pikiran baik kembali meyakinkanku untuk mencoba ha...

jurnal 54 Topi Kerikil

i hope i have stone hat's doraemon. Topi kerikil sepertinya bakal sangat membantu disaat-saat seperti ini. saat ingi sendiri tanpa di disturb anyone. i hope i have that. terkadang, suatu hal yang tak nampak bisa menyakiti atau menyinggung dari yang jelas terlihat. dan yup, menyembunyikannya dengan rapat hingga tidak diketahui orang lain adalah sangat tepat dilakukan jika tidak ingin melakukan hal sama dengan orang yang menyakiti. balas dengan senyum atau anggap seperti tidak pernah terjadi apapun. aku rasa itu jalan yang baik utuk membalas sakit hati, benar nggak? kadang, seseorang bisa merasa sakit hati karena hal kecil yang tak terduga, atau hal sepele lainnya, atau sikap yang berbeda dari biasanya, atau pandangan mata, atau pun juga raut wajah yang diberikan. mungkin kita pernah tak sengaja bertampang kusut didepa orang yang kita kenal, yang akhirnya membuat orang yang dekat dengan kita merasa rikuh dan uncomfortable. karena perasaan itu, saat kita sedikit salah bicara, or...